andi samsul kjbc andi samsul kjbc Author
Title: DPD-RI Tinjau Lokasi Pembangunan Smelter Konawe
Author: andi samsul kjbc
Rating 5 of 5 Des:
foto/ ilustrasi KJBCNews.com - KENDARI  -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Prof. Dr Farouk Muhammad di dam...
foto/ ilustrasi

KJBCNews.com - KENDARI  -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Prof. Dr Farouk Muhammad di dampingi senator asal DKI Jakarta Fahira Idris, SE., MH (Wakil Ketua Komite III DPD RI), serta tiga anggota DPD RI perwakilan Sulawesi Tenggara, Muliati Saiman, Yusran Silondae dan Abdul Jabar Toba Tinjau lokasi mega industri konawe
Sulawesi Tenggara.

Sebelumya, rombongan anggota DPD RI disambut langsung Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara H. Sale Lasata bersama jajaran Pemerintah Daerah (PEMDA) Sul-tra, kemudian menuju lokasi mega industri konawe untuk melihat secara langsung kondisi serta aktivitas pembagunan smelter untuk memastikan apa benar mobilisasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berjumlah 700 orang seperti yang selama ini beredar di media.

Prof. Dr. Farouk Muhammad Wakil Ketua DPD RI  mengatakan berdasarkan laporan perusahaan dalam hal ini PT. Virtru Dragon Nikel Industri  (VDNI), Dinas Tenaga Kerja  dan Imigrasi bahwa data TKA sebanyak 319 orang dari data tersebut , 200 orang sudah mengantongi legalitas resmi sisa 70 orang sementara di usulkan namun hal itu di tanggapi secara prinsip demi mempercepat proses pembangunan.

Selain itu, Prof. Dr. Farouk Muhammad mengatakan hadirnya TKA merupakan bagian perjanjian pemerintah indonesia dan BUMN Cina, dimana setiap proses pembagunan mega industri yang menggunakan perusahaan disertai modal cina maka pembagunan kontruksi sebagian tenaga kerja didatangkan dari negaranya tersebut.

Lanjutnya setelah selesai pembagunan kontruksi maka TKA akan di kembalikan di negaranya, ini bagian untuk mengantisipasi kerugian karna dalam proses pembagunan banyak sifatnya teknis yang belum bisa di kerjakan tenaga kerja lokal, ujarnya.

Harapanya, program pembagunan mega industri untuk di percepat, dengan demikian akan banyak menyerap tenaga kerja lokal sekitar 10.000 orang dan meningkatkan pendapatan daerah.

Di sisi lain, Fahira Idris, SE,.MH menghimbau perusahaan, agar dengan adanya investasi ini, dapat menjadikan sebagai  sentral ekonomi kecil di dalamnya, masyarakat lokal akan dilibatkan, serta memberikan pelatihan kepada tenaga kerja lokal.( tim)
sumber-Teropongsultra

Advertisement

Post a Comment

 
Top