andi samsul kjbc andi samsul kjbc Author
Title: Bocorkan Honorer ber-SK Bodong di Instansinya
Author: andi samsul kjbc
Rating 5 of 5 Des:
Jabaruddin saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM) KJBCNews.com,  KONAWE -  Kasus Pegawai Nege...
KJBCNews.com, KONAWE - Kasus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Konawe Ketegori Dua (K-2) yang lolos dengan Surat Keterangan (SK) bodong terus mencuat. Salah seorang honorer yang masih mengabdi hingga saat ini mengungkapkan adanya beberapa oknum di kantornya yang diduga menggunakan SK bodong.

Pria bernama Jabaruddin itu menerangkan, ia menjadi pegawai honor di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sejak 2004 lalu. Namun saat tes CPNS untuk pengangkatan K-2 tahun 2013, ia kurang beruntung. Akan tetapi, hal yang ia tidak terima adalah adanya tiga oknum yang lolos dan bekerja di kantornya sebagai PNS saat ini. Padahal, dua diantaranya baru mulai mengabdi tahun 2010. Sedangkan yang satunya lagi, berasal dari SKPD lainnya.

"Untuk bisa ikut tes pengangkatan, minimal ada SK pengabdian sejak 1 Januari 2005. Nah, ketiga orang ini secara aturan sangat tidak memenuhi syarat. Bisa jadi kan mereka menggunakan SK bodong untuk bisa lulus rekomendasi," jelasnya.

Ketiga orang yang dimaksud Jabaruddin adalah Sudiran Ari Purnomo, Zulfian Sudirman dan Feni Fresiska Rianari. Sudiran dan Zulfian adalah pegawai harian lepas (PHL) yang baru bekerja sejak tahun 2010. Sedangkan Feni dikatakan Jabaruddin, adalah PHL dari SKPD lain. Namun saat lolos tes CPNS Feni langsung ditempatkan di Kesbangpol. Padahal menurut Jabaruddin, penempatan seseorang itu berdasarkan di mana tempat ia bekerja sebelumnya. Sehingga ia juga menduga jika yang bersangkutan juga ikut menggunakan SK bodong dari Kesbangpol.

Sementara itu, Direktur Forum Aksi Masyarakat (Formasi), Muh. Hajar pernah membeberkan terkait SK honorer siluman yang ikut tes tahun 2013. Menurutnya, dari 816 yang lolos tes, tidak lebih dari 200 orang yang memenuhi syarat. Artinya mereka adalah pegawai honorer yang betul-betul mengabdi minimal sejak awal tahun 2005.

Editor: Gugus Suryaman-sumber-sultrakini.com

Advertisement

Post a Comment

 
Top