KJBCNews.com - Kendari, Puluhan tenaga kesehatan puskesmas dari berbagai kabupaten se-provinsi Sulawesi Tenggara, hadiri pertemuan orientasi tenaga kesehatan puskesmas dalam pemanfaatan Toga untuk asuhan mandiri rabu 10/8 2016 di SAME HOTEL KENDARI.
Dalam kesempatan tersebut, JUFRI, yang bertindak sebagai fasilitator, kepada awak media teropong sultra mengatakan " tujuan pertemuan adalah untuk lebih mengenalkan terkait pemanfaatan taman obat keluarga asuhan mandiri kepada para peserta orientasi.
Jadi dalam artian, bagaimana masyarakat bisa mengetahui dan memanfaatkan taman obat keluarga untuk kesehatan.
Lanjutnya , mereka di latih atau di berikan pembekalan agar nantinya kalau kembali ke daerah tugasnya bisa menjadi pasilitator, guna membina masyarakat dengan pihak pihak lain agar bisa memanfaatkan tanaman obat yang di maksud.
Menurut Jufri , " sebenarnya untuk toga sendiri kita ingin menjadikanya sebagai salah satu komoditi agar bisa meningkatkan ekonomi karna setelah kita liat , tanaman obat itu kalau suda di kelola secara pungsional maka itu dapat menghasilkan nilai tambah yang luar biasa terangnya.
Salah satu contoh, misalnya tanaman kelapa kalau selama ini kita kenal kelapa hanya di jadikan minyak goreng, paling tidak harga perliternya hanya mencapai 15 rb tapi ketika suda di olah dan di jadikan obat bisa jadi harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah
Masih kata dia, sebenarnya toga itu suda umum tapi di pokuskan toga yang di tanam harus sesuai dengan pola penyakit yg ada di masyarakat, misalnya , di daerah wilayah kerja puskesmas banyak penyakit diabetes tentunya yang harus jadi prioritas tanaman diabetes , seperti sambiloto, mahkota dewa , dan lain lain macamnya.
Tentunya di utamakan potensi lokal artinya tanaman tanaman itu suda di budidayakan oleh masyarakat lokal itu sendiri tutupnya. [ tim ts/kn ]

Post a Comment