![]() |
BY REDAKSI SEPUTAR SULTRA ON |
KJBCNews.com,_ Tepatnya Senin 8 Agustus 2016 kemarin, Serma Musbah, Babinsa Koramil 1416-06/Maligano mendapatkan penghargaan khusus dari Dandim 1416/Muna Letkol Arh Hendra Gunawan, SE atas keberaniannya menyelamatkan penumpang “kapal speed lintas biru nusantara”, kapal speed yang melayani penumpang rute Raha – Maligano atau sebaliknya. Dalam keterangannya usai memberikan penghargaan kepada Babinsanya tersebut Letkol Arh Hendra Gunawan, SE mengatakan, “rasa bangganya” kepada Serma Musbah yang tanpa menghiraukan keselamatannya sendiri, berbekal perahu katinting dan perangkat seadanya Babinsa tersebut berhasil mengevakuasi banyak korban yang berusaha menyelamatkan diri terjun ke laut pada saat kapal speed tersebut terbakar dan mau tenggelam. Berikut keterangan yang berhasil kami rangkum setelah korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke daratan oleh Serma Musbah dan rekannya Bapak Cici serta Sdr. Muslimin ABK Kapal Speedboat dari pelabuhan Laino.
Dandim 1416/Muna Letkol Arh Hendra Gunawan, SE memberikanucapan terima kasih dan penghargaan kepada Serma Musbah atas keberaniannya menyelamatkan penumpang kapal Speed Rute Raha – Maligano yang tenggelam pada hari Minggu (7/8/2016).
Dandim 1416/Muna Letkol Hendra Gunawan, SE menyampaikan keterangannya kepada Penrem143 sebagai berikut; pada hari Minggu tanggal 7/8/2016 siang hari berkisar antara pukul 11.30 – 12.00 Wita, Kapal Speed Lintas Biru Nusantara yang berpenumpang 20 orang + 3 orang ABK jadi 23 orang ( menurut keterangan Kapt. Inf Saekoni salah satu penumpang yang ikut di kapal Lintas Biru Nusantara, penumpang + ABK berjumlah 24 orang) bergerak dari pelabuhan Laino (Raha) menuju Maligano. Setelah berjalan kurang lebih 30 menit dari pelabuhan Laino, ABK kapal speed tersebut menghidupkan mesin ke-4 (kapal speed Lintas Biru Nusantara memiliki 4 mesin), namun pada saat mesin ke empat dihidupkan terjadi percikan api yang lalu kemudian membesar. Dari arah yang berlawanan, Serma Musbah yang menggunakan kapal katinting milik pribadi sedang berlayar dari Maligano menuju Raha melihat kumpalan asap dari kapal fiber tersebut, lalu yang bersangkutan memutuskan untuk mendekati kapal tersebut dan ketika mendekat kapalpun dia lihat sudah mulai terbakar. Serma Musbah melihat banyak penumpang yang berlompatan ke terjun menyelamatkan diri ke laut pada jarak kurang lebih 5 menit dari posisi kapal yang terbaka. Serma Musbah selanjutnya berinisiatif untuk menolong korban yang terjun ke laut, ia kemudian orientasi arah angin dan selanjutnya secepatnya bergerak memutar haluan melalui sisi depan karena arah belakang kapal tersebut terbakar hebat. Serma Musbah mendekati korban kapal selanjutnya mulai mendekati dan mengambil satu – persatu para penumpang yang terjun kelaut tersebut dengan menggunakan kedua tangannya.
Kapal Speed yang dikemudikan oleh ABK Muslimin membantu proses evakuasi penyelamatan korban kapal yang tenggelam di perairan teluk Buton, Minggu (7/8/2016).
Pada waktu yang bersamaan menurut keterangan Serma Musbah yang berhasil di hubungi Penrem143 Via Telp Seluler menuturkan, ada satu perahu yang dikemudikan oleh Bapak Cici (seorang penjual ikan di Ps. Laino) juga sedang berusaha menolong korban kapal speed yang tenggelam, sehingga bersama-sama mereka menyelamatkan penumpang Speed yang tenggelam. Selanjutnya selang 15 menit setelah Serma Musbah dan Bapak Cici meyelamatkan para korban dengan perahu katintingnya, datanglah Speed putih yang dikemudikan Sdr. Muslimin, Serma Musbah putar haluan dan menyerahkan para penumpang yang berhasil diselamatkannya kepada kapal speed sdr. Muslimin termasuk korban anak kecil yang berhasil ditangkap perahunya.
Setelah menyerahkan korban yang berhasil diselamatkannya, selanjutnya Serma Musbah segera putar haluan dan mencari lagi para penumpang yang masih terapung di laut. Menurut keterangan Sdr Muslimin ABK Kapal Speed yang membantu poroses evakuasi korban ada 10 orang yang diselamatkan oleh Serma Musbah serta 3 orang korban yang sudah meninggal dunia.
Sedangkan Bapak Cici, setelah datangnya bantuan kapal Speed putih yang dikemudikan sdr. Muslimin langsung membawa para penumpang yang berhasil diselamatkannya menuju daratan terdekat termasuk Kapt Inf Saekoni Danramil Maligano yang berhasil diselamatkannya.
Setelah korban berhasil diangkut semuanya oleh kapal Speed putih yang dikemudikan oleh sdr. Muslimin barulah Tim Basarnas dan Polairud datang dan selanjutnya melakukan penyisiran di TKP untuk memastikan korban yang masih mengapung di laut.
Berikut ini kesaksian Sdr. Muslimin ABK Speedboat yang membantu Serma Musbah pada saat mengevakuasi korban kapal yang tenggelam di perairan selat Buton Raha-Maligano, yang bersangkutan berhasil dihubungi dan menceritakan kejadian terbakar dan tenggelamnya Kapal Lintas Biru Nusantara pada hari Minggu (7/8/2016).
Kronologis kejadian menurut Sdr Muslimin, Sbb ;
Pada saat kejadian kebakaran KM Lintas Samudera, Sdr Muslimin sedang berada di Pelabuhan Laino-Raha. Setelah melihat kejadian tersebut Sdr Muslimin langsung menuju ke TKP dengan menggunakan speedboat warna putih yang sering digunakannya mengangkut penumpang. Setelah tiba di TKP Sdr Muslimin bertemu dengan Serma Musbah yg sdh berada di TKP terlebih dahulu dan sedang menolong korban yang selamat maupun yang sudah meninggal menggunakan kapal ketinting (warna abu-abu kuning milik Serma Musbah yang biasa digunakan untuk memancing). Kemudian Sdr. Muslimin membantu Serma Musbah mengangkut korban yang meninggal untuk diantar kembali ke Pelabuhan Laino-Raha selanjutnya dibawa ke RSUD Raha.
Sdr. Muslimin mengatakan bahwa Serma Musbah adalah orang yang pertama melakukan pertolongan kepada para penumpang KM Lintas Samudera yang terbakar karena saat itu kebetulan Serma Musbah berada dekat dengan TKP saat itu sedang menuju Raha dari Maligano dengan menggunakan perahu katintingnya. Kemudian datang kapal ketinting lain yang dibawa Sdr Cici (kawan Serma Musbah) langsung membantu penyelamatan korban. Berkat kecepatan Serma Musbah dalam memberikan pertolongan banyak penumpang yang bisa diselamatkan. Menurut Sdr. Muslimin jumlah penumpang yang diselamatkan oleh Serma Musbah berjumlah sekitar 10 penumpang selamat dan 3 sudah meninggal dunia. Sedangkan sisanya diselamatkan di kapal Sdr. Cici.
Setelah upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Serma Musbah dan Sdr Cici selesai barulah kemudian datang kapal-kapal lain termasuk kapal Basarnas dan kapal Polairud, tegasnya. (nt)
sumber-SeputarSultra.com

Post a Comment