andi samsul kjbc andi samsul kjbc Author
Title: Menperin: Ekspor Produk Unggulan Indonesia Turun
Author: andi samsul kjbc
Rating 5 of 5 Des:
ilustrasi KJBCNews.com, JAKARTA  - Lesunya perekonomian berimbas pada sektor industri non migas. Berdasarkan catatan Kementerian Pe...
ilustrasi

KJBCNews.com,JAKARTA - Lesunya perekonomian berimbas pada sektor industri non migas. Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kontribusi sektor industri non migas terhadap PDB nasional mencapai 18,95% pada triwulan II 2016.
"Karena masih terjadi perlambatan perekonomian global permintaan global utamanya produk unggulan dengan tujuan utama ekspor negara Amerika, Jepang, China, dan Eropa, menurun," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesianisme Summit, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (10/12/2016).
Meskipun permintaan tersebut menurun, Airlangga siap menggairahkan kembali sektor industri non migas ini. Pasalnya, sektor non migas menjadi sektor strategis yang memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Cara dengan menetapkan 10 industri prioritas yaitu industri pangan, industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan, industri tekstil, kulit, alas kaki dan aneka, industri alat transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), industri pembangkit energi, industri barang modal, komponen, bahan penolong dan Jasa industri,
"Kemudian industri hulu agro, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam, industri kimia dasar berbasis migas dan batubara, serta IKM, Kerajinan dan industri kreatif," paparnya.
Menurutnya, langkah ini selaras dengan perwujudan pembangunan Indonesia nasional di dalam Ripin tahun 2015-2035. Di dalam Ripin diterapkan sasaran kuantitatif pembangunan industri secara gradual diantaranya pertumbuhan sektor industri non migas mencapai dua digit yaitu sebesar 10,5%, kontribusi industri non migas terhadap PDB sebesar 30%, dan kontribusi ekspor produk industri terhadap total ekspor nasional sebesar 78,4%.
"Jumlah tenaga kerja yang terserap pada sektor industri mencapai 29,2 juta dan persentase nilai tambah yang diciptakan di luar pulau Jawa sebesar 40%,” terangnnya. (kmj)
(rhs)




sumber-okezone.com

Advertisement

Post a Comment

 
Top