andi samsul kjbc andi samsul kjbc Author
Title: Ketua OJK: Dulu Bank Kita Susah Buka Cabang di Malaysia, Sekarang Tak Lagi
Author: andi samsul kjbc
Rating 5 of 5 Des:
Foto: Ari Saputra KJBCNews.com-Jakarta  -Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani kesepakatan bersama Malaysia lewat...
Ketua OJK: Dulu Bank Kita Susah Buka Cabang di Malaysia, Sekarang Tak LagiFoto: Ari Saputra
KJBCNews.com-Jakarta -Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani kesepakatan bersama Malaysia lewat bank sentralnya, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM). Dalam kerja sama ini, Malaysia akan memudahkan bank asal Indonesia membuka cabang di negeri jiran.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, mengatakan saat ini ada kepastian soal syarat bank asal Indonesia yang bisa membuka cabangnya di Malaysia.

"Dulu kan sudah dijajaki lama. Karena kan begini, dulu kan bank kita kalau buka cabang di sana susah, sekarang dengan ini kita mendapat kepastian bahwa tidak ada lagi hambatan," jelas Muliaman usai penandatanganan kerjasama disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Penandatanganan dilakukan Muliaman dan Gubernur Bank Negara Malaysia Datok Muhammad Ibrahim.

Bank asal Indonesia yang bisa masuk ke Malaysia adalah yang memenuhi kriteria Qualified ASEAN Bank (QAB). Muliaman ingin memastikan, syarat bank asal Indonesia masuk Malaysia tidak sesulit syarat bank asal Malaysia masuk ke Indonesia. Bahkan OJK akan menghentikan dulu izin masuknya bank Malaysia ke Indonesia, sebelum ada bank asal Indonesia yang memenuhi syarat QAB bisa masuk ke Malaysia.

"Sehingga, kami minta dulu kita isi dulu jatah kami baru dia nanti tambah. Jadi sebelum ada bank tiga dari Indonesia atau Qualified ASEAN Bank (QAB) yang dari Indonesia bisa masuk Malaysia, saya kira Malaysia cukup yang ada dulu, tidak boleh tambah," kata Muliaman, di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Dia mencontohkan, Bank Mandiri yang masih dipersulit membuka cabang dan bahkan mesin ATM di Malaysia. Sekarang, lanjut Muliaman, tidak akan ada batasan lagi terkait hal ini.
(wdl/drk) 

BACA JUGA BERITA LAINNYA :

Advertisement

Post a Comment

 
Top