andi samsul kjbc andi samsul kjbc Author
Title: Uang 7.000 TRILIYUN Sitaan Hasil Korup,Akan Berguna Untuk Bangsa?
Author: andi samsul kjbc
Rating 5 of 5 Des:
PEMERINTAH AKAN SITA UANG KEJAHATAN RP 7.000 TRILYUN YANG DISIMPAN DILUAR NEGERI   (2016-07-08 01:00:23) KJBCNews.com-Rekening gendut...


PEMERINTAH AKAN SITA UANG KEJAHATAN RP 7.000 TRILYUN YANG DISIMPAN DILUAR NEGERI (2016-07-08 01:00:23)

KJBCNews.com-Rekening gendut menjadi masalah mencurigakan karena sekitar 84 WNi memiliki rekening gendut di bank Swiss. menurut Meenkeu brojo nilainya mencapai 195 milyar dollar amerika, senilai Rp 2.535 Trilyun (kurs 13.0000) .ini melampaaui kebutuhan belaanja negara APBN 2016.

pememrintah Indonesia dengan Swiss telah mengadakan perjanjian saling menguntungkan untuk sita asset koruptor. menlu RI telah mengadakan rencana negosiasi Mutual Legal Assigment (MLA) bulan april kemarin dengan menlu Swiss Burkhalter.
Menlu Retno mengataakan "perjanjian ini sangat berharga bagi indonesia, sebab uang bisa dilarikan kembali ke Indonesia" tegas retno. selanjutnya ditegaskan "sinyal kuat bagi dunia bahwa Indonesia dan swiss memiliki komitment kuat berantas kejahatan lintas dunia "

keberhasilan Joko widodo dalam memberntas koruptor lintas negara merupakan sebuah prestasi yang luar biasa dan tak bisa dilakukan oleh rezim sebelumnya, kenapa ? karena keluarga rezim terdahulu ternyata punya simpanan uang juga di luar negeri

Keberhasilan ini pun dapat dinilai dari sisi tax heavent. Ternyata Joko Widodo mampu menaklukan negara negara yang memiliki status negara tax heavent.

terkait taz amnesty, Pengampunan Pajak Adalah  Kesempatan Terakhir, Tidak Akan Terulang Bukan Pengampunan Bagi Koruptor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaunching program pengampunan pajak, di Aula Chakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (1/7) pagi. setelah sebelumnya DPR RI mengesahkan UU tax amnesty

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah ingin agar tax amnesty ini bermanfaat nyata bagi kepentingan kita bersama, bermanfaat bagi kepentingan bangsa, bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita, dan bukan untuk kepentingan perusahaan atau untuk kepentingan orang per orang atau untuk kepentingan kelompok.

Presiden juga menegaskan bahwa tax amnesty ini bukan upaya pengampunan bagi koruptor atau pemutihan atas aksi pencucian uang. “Tidak, ini perlu saya tegaskan tapi yang kita sasar adalah para pengusaha yang menempatkan hartanya di luar negeri, khususnya di negara-negara tax heaven (surga pajak),” tegasnya.


Sumber-curugnews

Advertisement

Post a Comment

 
Top