Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan program lele bioflok di daerah perbatasan untuk mendorong perekonomian daerah bersangkutan.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto disela-sela kunjunganya di Belu Nusa Tenggara Timur mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi, dan ketahanan pangan di kawasan-kawasan perbatasan.
Menurutnya penting untuk memperkuat wilayah perbatasan melalui pendekatan kesejahteraan. Ia menilai kawasan perbatasan sebenarnya memiliki sumberdaya alam (SDA) yang tinggi, namun minimnya informasi teknologi menyebabkan nilai ekonomi SDA tersebut belum dapat dirasakan.
Oleh karenanya, Ia menegaskan pentingnya membangun daerah perbatasan melalui penciptaan alternative usaha berbasis inovasi teknologi budidaya.
“Inovasi teknologi lele bioflok yang diperkenalkan diharapkan akan mampu meningkatkan nilai SDA yang ada, dengan demikian akan memicu ruang pemberdayaan masyarakat yang lebih luas dan sudah barang tentu akan menggerakkan ekonomi lokal. Budidaya lele bioflok di Kabupaten Belu ini menjadi yang pertama di NTT, ke depan diharapkan akan menjadi pemicu untuk diadopsi di daerah lain”, jelas Slamet saat melakukan tebar perdana bersama Bupati Belu, di Kecamatan Tasifeto Timur, Belu dalam keterangan resmi.
Slamet juga menggarisbawahi bahwa pesan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran menjadi pertimbangan utama bagaimana program – program prioritas perikanan budidaya ini bisa menyasar ke daerah-daerah perbatasan.
Disisi lain, program lele bioflok diharapkan akan mampu mensuplai kebutuhan gizi masyarakat dari sumber protein ikan. Kebutuhan gizi menjadi masalah yang kerap kali dihadapi masyarakat di daerah perbatasan, padahal ketercukupan gizi menjadi indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Jika dilihat masih ada ketimpangan IPM masyarakat di daerah perbatasan. Saya rasa program ini menjadi sangat strategis untuk meningkatkan IPM melalui pemenuhan gizi masyarakat, apalagi komoditas lele saat ini mulai digemari masyarakat luas. Menteri Kelautan dan Perikanan sangat konsen untuk mendorong masyarakat agar mulai gemar makan ikan”, imbuhnya.
Produksi lele secara nasional tahun 2016 sebesar 873.716 ton dan ditargetkan sebanyak 1.399.700 ton pada tahun 2017
Post a Comment