Berdasarkan laporan American Cancer Society, olahraga dapat menjadi senjata paling ampuh melawan kanker.
"Tidak ada kata terlambat untuk memulai program kebugaran. Berapapun usia seseorang, mereka akan dapat melihat manfaat dari olahraga," kata profesor onkologi dari Georgetown University Medical Center’s Lombardi Comprehensive Cancer Center Dr Priscilla Furth seperti dilansir Myhealthnewsdaily, Kamis (11/1/2018).
Olahraga yang dilakukan tidak perlu macam-macam. Cukup dengan latihan fisik yang ringan, namun konsisten dijalani. Durasi berolahraga juga lebih penting diperhatikan daripada jumlah olahraga yang diambil.
Beberapa studi ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan resiko jenis kanker tertentu, di antaranya :
1. Kanker endometriosis
Riset yang dilakukan oleh Yale School of Public Health menemukan fakta bahwa wanita yang berolahraga selama 150 menit dalam seminggu memiliki resiko 34 persen lebih rendah terkena kanker endometriosis dibanding mereka yang tidak pernah berolahraga. Para peneliti juga menemukan bahwa wanita dengan indeks massa tubuh (BMI) dibawah 25 memiliki resiko 73 persen lebih rendah terkena kanker.
2. Kanker kolorektal
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan British Medical Journal, orang yang menjalani gaya hidup sehat, termasuk olahraga selama lebih dari 30 menit setiap hari, menurunkan resiko kanker kolorektal. Bahkan, berdasarkan studi di Institute of Cancer Epidemiology, Copenhagen, 23 persen dari kanker kolorektal dapat dicegah hanya dengan berolahraga.
3. Kanker prostat
Sebuah studi yang diterbitkan International Journal of Cancer menyebutkan pria yang melakukan olahraga teratur berpotensi lebih rendah terkena kanker prostat. Selain itu, studi pada pria China yang diterbitkan dalam European Journal of Cancer juga mengungkap bahwa senam ringan dapat melindungi pria dari kanker prostat.
4. Kanker payudara
Penelitian yang diterbitkan The Journal Breast Cancer Research menemukan fakta bahwa wanita dengan keturunan kanker payudara dapat terhindar dari penyakit tersebut dengan melakukan aktivitas fisik selama 20 menit sehari dalam satu minggu.
5. Kanker paru
Hasil studi yang dilakukan peneliti di University of Minnesota menyimpulkan bahwa latihan fisik dapat mengurangi resiko kanker paru-paru bagi perokok pasif dan aktif.
6. Kanker ovarium (indung telur)
Meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan, beberapa bukti yang diterbitkan The Journal of Cancer Causes & Control menunjukkan hubungan yang kuat antara olahraga dan penurunan resiko kanker ovarium epitel (kanker yang ditemukan dalam sel di permukaan ovarium).
7. Kanker lambung
Peneliti di Cancer Care Ontario, Kanada menemukan penurunan resiko sebesar 20 sampai 40 persen kanker lambung pada mereka yang rutin melakukan latihan kebugaran tiga kali seminggu.
Sumber - uzone.id


Post a Comment