Bagi beberapa orang yang sudah pernah berunjung ke Bali, seperti tak ada kata "bosan" untuk datang ke Bali. Selalu ada hal baru, yang menarik untuk dieksplorasi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Anak Agung Yuniartha menjelaskan hal tersebut. Mengapa pariwisata Bali seolah tak ada habisnya untuk dan eksplorasi, dan selalu menarik untuk dikunjungi?
"Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya yang didasarkan Trihita. Karana hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhannya, hubungan keharmonisan antara sesama umat, dan hubungan manusia dengan lingkungannya," ungkapnya saat dihubungi KompasTravel,Jumat (12/1/2018).

Beberapa bangunan yang tak kalah menarik adalah Pura Manikan, Balai Kambang, Balai Bundar, Balai Lunjuk, Balai Warak, dan Kolam Air Mancur.
"Hal ini dibuktikan dengan kesanggupan masyarakat Bali dalam mengakomodir kearifan lokal dan budaya yang mengemuka dalam kehidupan masyarakat Bali," tuturnya.
Oleh karena itu, terlihat juga dari keseimbangan wisata alamnya yang tetap indah tetapi budaya dan kearifan lokalnya pun amat terjaga. Hal tersebut menjadi magnet yang kuat untuk menarik wisatawan.
Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).
Panorama langit dan laut di Pantai Kuta, Bali Jumat (17/2/2017).
Untuk menjaga konsistensi, ia mengatakan terus mengembangkan ragam destinasi, baik yang bersifat budaya, alam, juga buatan. Harapannya, dari pengembangan itulah wisatawan tak akan cukup sekali datang ke Bali, dan selalu ingin melihat hal-hal baru yang ada di Bali.
"Kalau kita melihat perkembangan wisatawan yang datang ke Bali dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya pada KompasTravel.
Dari data hasil penelitian Universitas Udayana, Bali, turis senang datang ke Bali faktor utamanya ialah dari budayanya.
"Jadi memang budaya kami ini tidak ada duanya di dunia. Jadi pengembangan destinasi disesuaikan dengan budaya kami," tutupnya.
******************
sumber - travel.kompas.com
Post a Comment